Informasi Publik
BUKU SAKU TEBA MAJALANGU
Buku Saku Wisata Edukasi Subak TeBA Majalangu
TeBA Majalangu (Tempat Belajar Alam Majalangu) merupakan destinasi wisata edukasi berbasis Sistem Subak yang dikembangkan oleh Pemerintah Desa Kesiman Kertalangu sebagai sarana pembelajaran alam, pelestarian budaya Bali, dan pemberdayaan masyarakat. Kawasan ini menghadirkan pengalaman belajar secara langsung melalui kegiatan pertanian tradisional, interaksi dengan hewan ternak, permainan tradisional, hingga pembuatan kuliner khas Bali.
Pengembangan TeBA Majalangu berawal dari gagasan Perbekel Desa Kesiman Kertalangu sejak tahun 2016 dan didukung oleh berbagai unsur masyarakat, arsitek, akademisi, serta lembaga desa. Berdiri di atas lahan seluas ±1,47 hektare yang dikontrak selama 30 tahun, kawasan ini dirancang sebagai pusat edukasi yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan, budaya, dan ekonomi lokal melalui pengelolaan oleh BUMDes Kerta Sari Utama.
Filosofi TeBA Majalangu mengangkat nilai-nilai gotong royong, sejarah Kerajaan Majalangu, serta kearifan lokal Bali yang diwujudkan melalui ikon 11 Patung Semut sebagai simbol persatuan 11 dusun di Desa Kesiman Kertalangu. Kurikulum Sekolah Alam yang diterapkan memberikan pengalaman belajar berbasis praktik sehingga peserta didik dapat mengenal pertanian, lingkungan, dan budaya secara langsung.
Hingga saat ini, TeBA Majalangu telah memperoleh berbagai prestasi, antara lain Juara I Evaluasi Desa Tingkat Provinsi Bali, peringkat nasional Desa Wisata, penghargaan BUMDes Inspiratif, serta Parama Budaya Kota Denpasar. Kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti jogging track, saung edukasi, taman herbal, lumbung pangan, mini galeri, warung UMKM, kandang edukasi, dapur tradisional, area permainan anak, dan lapangan terbuka sebagai penunjang kegiatan wisata edukasi.
Kesimpulan: TeBA Majalangu merupakan inovasi Desa Kesiman Kertalangu yang menggabungkan pendidikan, pelestarian budaya, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui konsep wisata edukasi berbasis Subak. Kehadirannya diharapkan menjadi media pembelajaran sekaligus destinasi wisata yang memperkuat identitas budaya Bali bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.
| Penerbit | Kesiman Kertalangu |
|---|---|
| Pengarang/Penulis | Kesiman kertalangu |
| ISBN | - |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Bahasa | Indonesia |
| Buku Digital | Buku digital tersedia |
